Minggu, 26 April 2015

Pertemuan ke-10 oleh kelompok 8

Pada pertemuan ke-10 Hari Selasa, 21 April 2015 perkuliahan berlangsung pukul 09.50-12.10 di ruang 306 Gedung Daksinapati FIP UNJ. Dosen kami Bapak Amril Muhammad, S.E, M.Pd tidak dapat hadir dalam perkuliahan. Sehingga materi disampaikan oleh kelompok 8 yaitu Ariq Diaz Djohar dan Jujun Junaedi yang mempresentasikan mengenai Konsep Merek Dagang & Konsep Nilai dalam Pemasaran Jasa Pendidikan. Berikut resume perkuliahan yang saya dapatkan:

A. Brands (Merek)
-Menurut Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yangmemiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan
-Menurut Kotler
Merek adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau bahkan kombinasi dari semuanya tadi, yang dimaksudkan untuk menyebutkan barang-barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual agar terbedakan dari para pesaingnya
-Menurut Bruce J. Walker
Merek adalah suatu nama, istilah, tanda atau desain atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjualan

B. Manfaat Merek

Bagi Konsumen

-Mempermudah konsumen meneliti produk atau jasa.
-Membantu konsumen atau pembeli dalam memperoleh kualitas barang yang sama, jika mereka membeli ulang serta dalam harga

Bagi Penjual

-Merek memudahkan penjualan untuk mengolah pesanan pesanan dan menekan permasalahan
-Membantu penjual mengawasi pasar mereka karena pembeli tidak akan menjadi bingung
-Memberi penjual peluang kesetujuan konsumen pada produk
-Membantu penjual dalam mengelompokan pasar ke dalam segmen-segmen.
-Citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang baik
-Dengan merek akan melindungi penjualan dari pemalsuan ciri-ciri produk tersebut


C. Fungsi Merek

Fungsi identitas
Fungsi kualitas
Fungsi loyalitas
Fungsi citra/image


D. Building Strong Brands (membangun merek yang kuat)

Brands positioning (Penempatan Merek)
Brand Name Selection (Seleksi Nama Merek)
Brand sponsorship (Sponsor Merek)
Brand development (Mengembangkan Merek)
Managing brand


E. Pemasaran
-Menurut Wiliam J. Santon
pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan
-Menurut Phillip Kotler
pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai

F. Jasa
-Menurut Lehtinen
Jasa adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam interaksi dengan orang atau mesin fisik dan yang menyediakan kepuasan konsumen
-Menurut William J. Stanton
Jasa adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan, yang bersifat tak teraba, yang direncankan untuk pemenuhan kepuasan pada konsumen
-Menurut Valarie A. Zethaml dan Mary Jo Bitner
Jasa adalah merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk fisik atau konstruksi, yang umumnya dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan serta memberikan nilai tambah, misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan.

G. Nilai
Ahli ekonomi bad ke-19, berpendapat bahwa nilai adalah suatu konsep subyektif, bukan suatu konsep obyektif. Konsumen menentukan nilai suatu produk sesuai dengan kapasitas produk itu untuk memuaskan keinginannya. Para konsumen dianggap memilik satuan ukuran tentang kemanfaatan, yakni mereka dapat menentukan suatu angka yang dapat diukur untuk setiap produk atau setiap himpunan produk yang terikat menjadi satu

Pertemuan ke-9

Pada pertemuan ke-9 Hari Selasa, 14 April 2015 perkuliahan berlangsung pukul 09.50-12.10 di ruang 306 Gedung Daksinapati FIP UNJ. Dosen kami Bapak Amril Muhammad, S.E, M.Pd menyampaikan materi mengenai Pengembangan Produk. Berikut resume perkuliahan yang saya dapatkan:

A. Pengertian
-Pengembangan produk adalah serangkaian aktifitas yang dimulai dari analisis persepsi dari peluang pasar kemudian diakhiri dengan tahap produksi, penjualan dan pengiriman produk.
-Tujuan: menjelaskan suatu metode pengembangan produk yang jelas dan terperinci yang di dalam tahapannya melibatkan fungsi-fungsi pemasaran, perancangan dan manufaktur yang ada pada suatu perusahaan

B. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, Plc)

PLC merupakan konsep yang penting dalam pengembangan produk dan pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu poduk hasil pengembangan.
Alasan PLC:
-Produk memiliki umur yang terbatas
-Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual
-Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk

Siklus hidup produk terdiri dari 5 tahap, yaitu:
1)      Tahap penemuan dan pengembangan produksi (discovery and development)
2)      Tahap perkenalan (introduction)
3)      Tahap pertumbuhan (Growth)
4)      Tahap kedewasaan (maturity)
5)      Tahap penurunan (decline)

C. Enam Kategori Produk Baru:
1)      produk baru bagi dunia
2)      lini produk baru yaitu bagian-bagian dari produk
3)      tambahan pada lini produk yang telah ada
4)      perbaikan dan revisi produk yang telah ada
5)      repositioning/ penentuan kembali posisi
6)      pengurangan biaya

D. Mengorganisasikan Pengembangan Produk Baru
1)      Manajer produk
2)      Manajer produk baru
3)      Komite manajemen tingkat tinggi
4)      Departemen produk baru
5)      Kelompok kerja: suatu kelompok yang berasal dari berbagai departemen operasi dan ditugaskan untuk mengembangkan suatu produk atau bisnis tertentu
6)      System gerbang bertahap/ strage gate system:
*Para penjaga gerbang (gate keepers) membuat salah satu dari empat keputusan:
-Gol/ lanjutkan
-Kill/ hentikan
-Hold/ tahan

E. Mengelola proses pengembangan Gagasan
1)      Lahirnya gagasan
o   Berinteraksi dengan yang lain
-Wiraniaga
-Perantara
-Juara produk
2)      Penyaringan gagasan
-Manajer gagasan
-Komite gagasan
-Dua jenis kesalahan pada penyaringan gagasan
3)      Pengembangan Dan Pengujian Konsep
-Gagasan produk, adalah produk yang mungkin dapat ditawarkan oleh perusahaan ke pasar
-Konsep produk, versi terinci dan suatu gagasan yang dinyatakan dalam istilah-istilah berarti bagi konsumen
4)      Pengembangan konsep
-Konsep kategori, yang menentukan persaingan produk
-Peta positioning produk, yang menunjukkan posisi sekarang dan merek
  minuman sarapan instan yang sudah ada
-Konsep merk
-Percevied value/nilai yang diyakini
-Purchased intention/minat pembeli
-Sasaran pemakai, saat pembelian dan frekuensi pembelian

F. Mengelola proses pengembangan: dari konsep ke strategi
1)      Pengujian Konsep
o   Rapid prototyping/ Prototipe yang cepat
o   Virtual reality/ realitas semu
o   Customer-driven engineering/ rekayasa berdasarkan pelanggan
2)      Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur dimensi produk
o   Communicability and believability kemampuan dikomuniaskan dan dipercaya
o   Need level/ level kebutuhan
o   Gap level kesenjangan
-Nilai kesenjangan-kebutuhan
o   Perceived value/ nilai yang diyakini
o   Purchase intention/ minat pembeli
o   Sasaran pemakai, saat pembelian, dan frekuensi pembelian.
3)      Analisis gabungan, yaitu metode untuk mendapatkan nilai utilitas yang diberikan konsumen ke berbagai level atribut produk
o   Contoh lima desain elemen:
-Tiga desain paket.
-Tiga nama merek
-Tiga harga
-Kemungkinan pemberian cap “perawatan rumah yang baik”
-Kemungkinan garansi pengembalian uang
o   Strategi Pemasaran
o   Analisis Bisnis
-Memperkirakan penjualan total
*Distribusi umur hidup
-Memperkirakan biaya dan laba.
*Analisis titik impas
*Analisis resiko

G. Mengelola Proses Pengembangan: Dari Pengembanga Komersialisasi
1)      Pengembangan Produk
o   Penyebaran fungsi mutu/ Quality Function Deployment (QFD)
o   Atribut pelanggan/ customer attributes (CAs)
o   Atribut rekayasa/ Engineering attributes (EAS)
2)      Pengujian Pasar
o   Pengujian pasar barang konsumen
-Mencari untuk memperkirakan empat variable:
* Trial percobaan
* First repeat/ pengulangan pertama
* Adoption penerimaan
* Purchase frequency/ frekuensi pembelian
-Sales wave research/ penelitian gelombang penjualan
-Simulated Test Marketing/ Pengujian Pasar Dengan Simulasi
-Controlled Test Marketing/ Uji Pemasaran Terkendali
-Uji Pasar
*Berapa banyak kota yang diuji?
*Kota yang mana?
*Lama pengujian?
*Informasi apa?
*Tindakan apa yang dilakukan?
3)      Pengujian Pasar Barang Bisnis
o   Komersialisasi
-Kapan (Penentuan Waktu)
1. First entry/ masuk pertama
2. Parallel entry/ masuk bersamaan
3. Late entry/ masuk terlambat
o   Dimana (Strategi Geografis)
o   Kepada Siapa (Strategi Pasar Sasaran)
o   Bagaimana (Strategi Perkenalan Pasar)
-Penjadwalan jalur kritis/ Crtical path scheduling (CPS)

H. Mengapa Produk Baru Gagal?
·         Eksekutif level tinggi mungkin memaksakan gagasan favorit walaupun hasil riset pasar negaif.
·         ide itu bagus, tapi perkiraan ukuran pasarnya terlalu berlebihan.
·         Produk tidak dirancang dengan baik
·         Produk diposisikan secara keliru di pasar tak diiklankan secara efektif, atau tertalu mahal.
·         Produk gagal untuk memperoleh cakupan distribusi dan dukungan yang cukup.
·         Biaya pengembangan lebh tinggi darpada yang diperkirakan
·         Pesaing membalas dengan lebih gencar darpada yang diperkirakan

I. Faktor-faktor yang cenderung menghambat pengembangan produk baru
·         Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu
·         Pasar yang terbagi-bagi
·         Kendala sosial dan pemerintah
·         Mahalnya proses pengembangan produk baru
·         Kekurangan modal
·         Waktu pengembangan yang lebih singkat.
·         Siklus hidup produk yang lebh singkat

Senin, 13 April 2015

Pertemuan Ke-8


Resume Pertemuan Ke-8
Resume Pertemuan Kedelapan mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Pada Hari Selasa, 7 April 2015 oleh kelompok 7 yaitu Arsita Mien Touwuri dan Silfiana Septianie dikarenakan Pak Amril Muhammad tidak dapat hadir dalam perkuliahan dengan membahas tentang Penciptaan dan Pengembangan Produk

A.     Pengertian Produk
Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun yang tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna untuk memuaskan keinginanya.
Pengertian produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

Pengertian Produk Menurut William J. Station 
Dalam arti sempit: sebuah produk adalah sekelompok atribut fisik nyata yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan.
Dalam arti luas: sebuah produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata didalamnya termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan pelayanan dan reputasi penjual 
Jadi, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

B.      Tahap produksi
Tahap produksi ini memiliki 3 tingkatan:
1.        Produk inti: Produk inti merupakan tingkatan pertama paling mendasar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan pelanggan saja.
2.         Produk aktual: Produk aktual ialah produk inti yang sudah mulai dibangun dengan kualitas, desain, fitur, merk, dan kemasan.
3.        Produk tambahan: Produk tambahan adalah manfaat tambahan yang didapat konsumen setelah menggunakan produk kita jika dibandingkan dengan produk lainnya.
C.       Klasifikasi produk
Dalam perencanaan produk dibedakan menjadi 2 klasifikasi produk, yaitu:
1.        Produk konsumen : Produk Konsumen ialah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
2.        Produk industri : Produk industri adalah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau dijadikan sebagai alat usaha.

D.     Sifat dalam pembentukan suatu produk
Terdapat 3 sifat dalam pembentukan suatu produk:
1.        Produk inovatif  : produk ini adalah produk yang benar-benar baru diciptakan/dibuat jadi produk ini belum pernah dipasarkan sebelumnya
2.        Produk imitasi : produk ini adalah produk baru bagi perusahaannya akan tetapi produk tersebut sudah ada sebelumnya dipasarkan
3.        Produk pengganti : produk ini adalah produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya tetapi diperbarui

E.      Kriteria dalam penciptaan produk
Ada beberapa kriteria dalam penciptaan produk yaitu sebagai berikut:
1.        Harus seimbang antara permintaan pasar dengan produk yang sesuai dengan lingkungan dan standar sosial serta memenuhi standar yang telah dibuat oleh pemerintah.
2.        Produk harus cocok dengan keuangan pasar atau daya beli
3.        Produk tidak boleh memiliki persoalan hukum
4.        Pencitraan produk harus dilakukan dengan baik. Karena, ada produk baru yang kemudian gagal dipasarkan karena tidak melakukan manajemen produk dengan baik, seperti riset pemasaran yang buruk, masalah dengan desain produk yang tidak menarik atau tidak sesuai dengan kondisi pasar, meluncurkan produk pada waktu yang tidak tepat, dan kegagalan dalam manajemen produk. 




F.       Pengembangan Produk
Pengembangan produk disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan pembuat barang dan perantara yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.
Kegiatan yang termasuk ke dalam pengembangan produk adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik lahiriah, labeling, cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang tumbuh.

G.     Langkah-langkah untuk menciptakan dan mengembangkan suatu produk
1.        Penciptaan Ide
2.         Penyaringan Ide
3.        Pengembangan dan Pengujian Konsep
4.        Pengembang Strategi Pemasaran
5.        Analisis usaha
6.        Pengembangan produk
7.        Market testing
8.        Komersialisasi

H.     Konsep daur hidup produk
Konsep daur hidup produk dapat dibagi menjadi beberapa tahap menurut karakteristik waktu yaitu sebagai berikut:
1.        Waktu Pengenalan Produk (Introduction). Produsen memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dengan bermacam cara, seperti promosi, iklan, pameran, personal selling, spanduk sponsor, televisi, radio, media massa atau bauran promosi.
2.        Waktu pertumbuhan produk (Growth). Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai 
3.        Waktu kematang/kejenuhan Produk (Maturity). Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan 
4.        Waktu penurunan produk (decline). Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut

I.        Bukti Fisik Jasa
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.

Minggu, 05 April 2015

Pertemuan ke-7 Marketing mix

Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Resume perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan pertemuan ke-7 Pada Hari Selasa, 31 Maret 2015 oleh kelompok 6.

A.     PENGERTIAN MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)

1.     Menurut Alma
Dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, “Marketing Mix” adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsur pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan-tujuan badan usaha misalnya mencapai laba, return of investment, peningkatan omzet penjualan, menguasai pasar dan sebagainya.
2.      Menurut Saladin
Marketing Mix atau Bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat element pokok yang terdapat dalam program pemasaran perusahaan
3.      Menurut Tjiptono
Dalam bukunya yang berjudul Pemasaran Jasa, Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.
4.      Menurut Zeithaml dan Bitner yang dikutip oleh Hurriyati
Bauran pemasaran adalah elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen
Jadi dapat disimpulkan bahwa marketing mix atau bauran pemasaran merupakan unsur-unsur pemasaran yang saling terkait dibaurkan, diorganisasi dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran yang efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

B.      ELEMEN –ELEMEN BAURAN PEMASARAN
1.        Menurut Lovelock
Marketing mix terdiri dari variabel product, price, place, dan promotion atau sering disingkat 4P merupakan bauran pemasaran yang dipergunakan untuk kegiatan marketing yang berkaitan dengan produk yang bersifat barang. Variabel marketing mix yang terdiri dari 4P ini sering dikatakan sebagai bauran pemasaran yang konvensional atau tradisional. Sedangkan bauran pemasaran jasa atau Service Marketing Mix terdiri atas unsur 4P ditambah dengan unsur  variabel lain terdiri atas variabel 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) ditambah dengan variabel process, people serta promise. Maka variabel marketing mix jasa sering disingkat dengan 7P :
a.        Product, Price, Place, Promotion (Produk, Harga, Tempat, Promosi)
Variabel pertama marketing mix adalah produk, karena keberadaan produk akan menuntun pada terbentuknya harga produk. Maka variabel produk akan diikuti dengan variabel harga. Sedangkan variabel selanjutnya adalah variabel distribusi. Kegiatan distribusi akan dilakukan tentu saja setelah keberadaan produk beserta harga ditetapkan. Variabel promosi adalah kegiatan pendukung dari setiap variabel marketing mix yang lain. Setelah variabel produk, harga, dan distribusi ditetapkan, maka keberadaan variabel promosi sangat penting.
b.       Process, People, Promise (Proses, Karyawan, Janji)
Variabel lain yang menambahkan variabel 4P sebelumnya merupakan pembeda antara kegiatan pemasaran barang dan pemasaran jasa. Misalnya variabel proses, semua kegiatan yang berkaitan dengan jasa tidak dapat dipisahkan dengan adanya proses. Proses jasa yang tepat adalah mengikuti alur atau prosedur kegiatan penyampaian jasa secara tepat, serta didukung oleh prosedur tahapan yang harus dilalui secara tepat.
           Selain itu, variabel bauran pemasaran jasa lainnya adalah keberadaan people, atau petugas penyedia jasa terkait sebagai pemberi jasa. Artinya, jasa merupakan produk yang dihasilkan oleh pegawai atau orang yang memberikan jasa. Dan selanjutnya variabel promise atau janji, indikator penilaian jasa dapat diidentifikasi dari pemenuhan janji perusahaan jasa kepada pelanggan. Jika janji yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh pelanggan, maka jasa tersebut tidak atau kurang memberikan kepuasan bagi pelanggan.

2.        Menurut Rambat Lupiyoadi – A. Hamdani dalam buku “Manajemen Pemasaran Jasa”
a)       Produk                                      
Ø  Merek dan Diferensiasi
Ø  Bukti Fisik (Physical evidence)
- Bukti penting (essential evidence)
- Struktur biaya
- Bukti pendukung (peripheral evidence)
- Sumber daya yang digunakan
- Siklus hidup jasa.                        
- Kondisi ekonomi secara umum
- Elastisitas permintaan.                  
- Kapasitas jasa

b)       Penentuan harga
v  Tujuannya:
- Bertahan.                            
- Pengembalian investasi
- Memaksimalkan laba dan penjualan
- Gengsi atau prestise
v  Faktor-faktor yang mempengaruhi:
-           Positioning (pemosisian) jasa
-           Sasaran perusahaan
-           Tingkat persaingan.
c)       Tempat (Sistem penyampaian jasa)
a.        Lokasi
Ø  Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan)
Ø  Pemberi jasa mendatangi konsumen
Ø  Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung
b.        Saluran distribusi
Ø  Penjual langsung (direct sales)
Ø  Agen atau broker
Ø  Waralaba (franchises) dan pengantar jasa terkontrak
d)      Orang
a.        Contractors
b.        Modifiers
c.        Influencers
d.       Isolateds
e)       Proses
       Gabungan semua aktivitas yang terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin, dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen.
-           Kompleksitas (complexity)
-           Keragaman (divergence)
f)        Layanan konsumen
Menurut Christopher Lovelock, itu mencakup:
-           Identifikasi misi jasa
-           Penentuan sasaran dari layanan konsumen
-           Perumusan strategi layanan konsumen
-           Implementasi

3.        Menurut Paul Peter dan James Donnelly dalam buku “Marketing Management”
a)       Strategi produk
    Jumlah dari kepuasan fisik, psikologis, dan sosiologis pembeli dari hasil pembelian, kepemilikan, dan konsumsi.
-           Siklus usaha produk
-           Bauran produk dan lini produk
-           Merek pribadi
-           Kemasan khas
b)       Strategi promosi
-           Penjualan nonpersonal
-           Penjualan personal
c)       Strategi distribusi
d)      Strategi penetapan harga

4.        Menurut Kotler dan Armstrong
Ada Empat kelompok variabel bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P :
a.        Produk (Product)            : kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pasar sasaran
b.       Harga (Price)       : sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk
c.        Distribusi (Place) : aktivitas perusahaan agar produk mudah didapatkan konsumen Sasarannya
d.       Promosi (Promotion) : meliputi produk (barang), price (harga), distribusi (place) dan Promosi (kegiatan memasarkan barang)
Jadi dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen bauran pemasaran yaitu :
a)       Produk     : Barang atau jasa yang dipasarkan.  Di dalam produk terdapat Merek dagang (Brand), Kemasan (Packaging), Kualitas/mutu produk, Pelayanan (Services), Diversifikasi produk, Pengembangan produk
b)       Price        : Jumlah yg akan dibayar oleh konsumen untuk membayar produk. Harga meliputi unsur-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Harga biasanya digunakan oleh konsumen/pelanggan sebagai indikator kualitas. Artinya kalau harganya mahal seharusnya kualitasnya baik, dan sebaliknya, kalau harganya murah, maka produk/jasa yang dibeli biasanya kualitasnya tidak baik
c)       Place        : Sarana yang produsen gunakan untuk memasarkan/menjual produk atau jasa.  Tempat ini dibedakan menjadi dua ada yaitu:
Ø  Saluran tempat secara langsung seperti pasar, toko, warung, agen,  internet, mail order, direct mail dsb
Ø  Saluran tempat tidak langsung atau distribusi seperti pabrik –konsumen, pabrik – eceran – konsumen , pabrik – grosir – eceran – konsumen
d)      Promotion : Cara produsen menawarkan barang atau jasa yang ia jual ke konsumen. Cara promosi seperti advertising, public relations and publicity, personal selling, non personal selling dan direct marketing
e)       People      : Orang atau SDM yang mewakili bisnis. People meliputi karyawan, manajemen, budaya yang  dikembangkan dan custumer service
f)        Process    : Gabungan semua aktivitas yang terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin, dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen, meliputi Kompleksitas (complexity) dan Keragaman (divergence)
g)       Physical Environment (Lingkungan Fisik)          : Keadaan sekitar atau suasana sekitar atau Merupakan lingkungan fisik dimana jasa disampaikan, perusahaan jasa dan konsumennya berinteraksi dan setiap komponen yang berwujud memfasilitasi penampilan atau komunikasi jasa tersebut. Lingkungan fisik meliputi smart (kecerdasan), run-down (susunan acara), Interface (antarmuka), Comfort (kenyamanan) dan facilities (fasilitas)

Minggu, 29 Maret 2015

Pertemuan ke-6

MINGGU, 29 MARET 2015

Resume Pertemuan ke 6
Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan pertemuan ke-6 pada tanggal 24 Maret 2015, Pak Amril menerangkan materi tentang Positioning dan dilanjutkan dengan materi Bauran Pemasaran. Berikut lebih jelasnya mengenai kedua pembahasan materi tersebut.

A.     Positioning
Positioning merupakan proses membedakan produk jasa guna membandingkan dengan produk pesaing, terkait dengan apa yang akan dilakukan terhadap pikiran dan keinginan konsumen. Walaupun dalam pasar yang berisi produk homogen, namun menciptakan sebuah perbedaan, seperti tampilan, variasi produk, dll.

Langkah-langkah melakukan Positioning:
1.        Mengenali keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan.
2.        Memilih keunggulan yang paling kuat.
3.        Menyampaikan keunggulan secara efektif kepada target pasar, baik dengan promosi iklan, brosur, dll.
Mis Positioning:
1.        Under-positioning, suatu keadaan dimana konsumen tidak mengenal keunggulan produk, maka marketer harus mampu menyampaikan keunggulan yang dimiliki secara efektif.
2.        Over-positioning, konsumen telah memiliki sedikit gambaran, minimal tentang keunggulan produk.
3.         Confused-positioning, keadaan dimana konsumen merasa tidak pasti, yang mungkin disebabkan hanya banyak janji.
4.        Doubtful-positioning, adanya keraguan konsumen terhadap kualitas produk. Dalam hal ini, marketer harus mampu meyakinkan konsumen dan membuktikan kualitas atau keunggulan atas produknya, contohnya bisa dengan menampilkan beberapa testimoni yang telah ada dari pelanggan lain.

B.       Bauran Pemasaran
Adalah Alat yang bisa digunakan dalam sebuah bisnis untuk melihat peningkatan reaksi, kurang lebih melihat bagaimana hubungan/keterkaitan antara sasaran dengan target market, atau melihat apakah sasarannya sudah pas atau belum.
Pada awalnya empat komponen dalam Marketing Mix yang kemudian berkembang untuk industry jasa, menjadi 7 komponen, yaitu:
Elemen-elemen Bauran Pemasaran:
Empat elemen dibawah ini merupakan elemen pokok dalam bauran pemasaran baik untuk barang maupun jasa,
1.        Product (Produk)
2.         Price (Harga)
3.         Place (Tempat)
4.        Promotion (Promosi)

dan ketiga elemen dibawah ini merupakan elemen tambahan khusus untuk jasa.
5.        People (Orang), terkait dengan siapa yang memproduksi, menjual, melayani, dsb.
6.        Process (Proses), terkait dengan proses dibuatnya sebuah produk. Contohnya, restoran F yang menunjukkan proses dimasaknya sebuah makanan yang dijual, berdekatan atau berhadapan dengan tempat dimana konsumen memesan. Ini bermaksud agar konsumen yakin dengan produk yang akan dibelinya.
7.         Physical Environment (Lingkungan fisik), terkait dengan keadaan lingkungan yang mempengaruhi eksistensi suatu produk, seperti tempat, cuaca. Contohnya, perusahaan McD yang mulai membuat banyak cabang diluar Mall, agar lebih leluasa mengembangkan pelayanannya seperti menciptakan McD Drive Thru.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai elemen Mix Marketiing
1.        Produk, yaitu sesuatu yang akan dibeli oleh konsumen yang berkaitan dengan:
a.         Desain, yang tentunya berbeda/unik dengan produk lainnya guna menarik pelanggan.
b.        Teknologi, contohnya: produk handmade biasanya lebih mahal, karena dibuat langsung dari hasil karya tangan yang memerlukan keterampilan dan ketelitian khusus, berbeda dengan mesin yang lebih mudah dan cepat.
c.        Usefulness (kegunaan), contohnya: baju batik, yang penggunaannya mungkin hanya untuk saat-saat tertentu yang formil.
d.       Convenience, berkaitan dengan bagaimana kenyamanan yang tercipta bila menggunakan/mengkonsumsi produk tersebut.
e.        Value, adakah nilai tambah bila menggunakan produk tersebut. Contohnya mobil bermerek BMW, konsumen tentu merasa bertambahnya nilai diri/prestise saat menggunakannya.
f.        Quality, berkaitan dengan bagaimana kualitas dari suatu produk yang dihasilkan guna meyakinkan konsumen agar tidak ragu atau menyesal telah mengkonsumsinya.
g.       Packaging (kemasan), contohnya tampilan/outfit mahasiswa dari fakultas yang berbeda, jelaslah perbedaan antara mahasiswa fakultas pendidikan yang rapih selayaknya calon pendidik dengan mahasiswa fakultas lainnya yang mungkin lebih cuek dalam mengenakan tampilannya.
h.       Branding (merek), terkait dengan pemilihan atau pemberian sebuah nama yang bermakna untuk suatu produk yang diciptakan.
i.         Accessories (aksesoris atau pelengkap).
j.         Warranties (garansi/jaminan), berhubungan dengan bagaimana seorang marketer dapat memberi sebuah jaminan pasti akan kualitas atau keunggulan produknya.

Metode menciptakan perbedaan pada produk:
1.        Extension strategies, terkait dengan strategi perluasan atau tambahan variasi dan kualitas pada sebuah produk.
2.        Product: memperbaharui kemasan dan mengenalkan versi terbaru, contohnya: mobil keluaran terbaru dengan kemasan dan versi yang baru, namun ternyata mesinnya merupakan mesin mobil lama
3.        Price: menurunkan harga untuk menarik konsumen, contohnya: buah duku yang sudah berubah keadaannya (sudah hitam namun masih layak konsumsi) dijual dengan harga lebih murah agar habis dibeli konsumen
4.        Promotion: memperluas cara promosi dengan iklan yang baru yang lebih menarik dan variatif
5.        Place: mencari atau memindahkan tempat dagang ke tempat strategis yang mudah ditemui konsumen.
6.        Specialized versions, membuat versi yang lebih spesial atau berbeda yang memiliki kelebihan dari produk sebelumnya.
7.        New edition, menciptakan produk dengan edisi terbaru yang sesuai kebutuhan serta keinginan konsumen (up to date).
8.        Improvements, mengadakan suatu penyempurnaan atau peningkatan keunggulan dan kualitas dari suatu produk.
9.        Changed packaging, merubah tampilan pada kemasan yang lebih menarik.
10.    Technology, menyediakan mesin/teknologi terbaik untuk menciptakan produk yang terbaik pula.

BRANDING
1.        Mudah dikenali dari logonya, kemasan, rasa, atau iklan, dsb.
2.        Terpercaya dengan garansi/jaminan atas kualitasnya
3.        Membuat konsumen memiliki kebanggaan tersendiri atau adanya suatu nilai tambah bila menggunakannya
4.        Membuat konsumen bersedia mengeluarkan uang lebih untuk merek tersebut.

Brand Loyalty
1.        Adanya kesetiaan konsumen pada suatu merek, konsumen membeli lagi dan lagi produk yang berhubungan dengan merek tersebut.
2.        Fairy washing-up liquid: karena begitu loyalnya, konsumen akan tetap membeli produk dengan merek tersebut sekalipun perusahaan lain menciptakan produk yang hampir sama.
3.        Fairy washing powder: produk dengan merek tersebut digunakan dengan setia guna dianggap mempercantik mereka yang menggunakan.
4.        Fairy dishwasher powder: konsumen tetap membeli produk merek tersebut sekalipun tidak cocok dalam menggunakannya, ini dikarenakan begitu loyalnya terhadap suatu merek.
5.        Produk sering terjual pada tempat-tempat yang menguatkan brand image tersebut, contohnya menjual minuman di sebuah tempat olahraga.


2.        Price (harga), yaitu jumlah tertentu yang harus disiapkan konsumen untuk membeli suatu produk, berkaitan dengan:
a.        Skimming: harga yang tidak pasti atau dapat berubah sesuai keadaan, yang akan membuat konsumen tertarik. Contohnya, untuk calon murid yang mendaftarkan diri pada gelombang pertama maka pihak sekolah menawarkan uang pangkal yang dibayarkan akan lebih murah.
b.       Penetrasi: membuat harga yang lebih murah dari pesaing, dan cenderung memberi diskon untuk produknya.
c.        Psychological: perbedaan harga antara penjual satu dan penjual lainnya akan mempengaruhi keadaan psikologi seorang konsumen.
d.       Cost-plus: strategi memberi suatu tambahan pada saat konsumen membeli produk kita. Contohnya, Matahari Dept. Store yang memberi sebuah voucher tambahan bila konsumen telah berbelanja sekian rupiah.
e.        Loss leader: strategi menjual produk dengan harga murah namun banyak yang beli, daripada untung besar namun sedikit pembeli.

Cara menciptakan harga terbaik (best price) untuk suatu produk:
1.      Menempatkan harga dengan benar yang sesuai keadaan produk dan pasar.
2.      Beberapa dasar/alasan untuk menentukan harga tersebut
a.        Berapa biaya untuk membuat produk
b.        Berapa harga yang ditawarkan pesaing
c.        Mencoba mengenali produk-produk baru
d.       Bergantung dengan image yang ingin dibangun untuk sebuah produk

Mengambil keputusan
1.        Harga yang murah akan menarik pelanggan, ini memungkinkan kuantitas atau banyaknya suatu produk terjual.
2.        Harga yang kompetitif atau dapat bersaing, berkaitan dengan bagaimana melihat pelayanan, kualitas, serta promosi produk yang lebih baik, bukan hanya melihat murahnya harga.
3.         Harga tinggi dapat dibayarkan jika produknya pun terlihat sangat baik dari yang lain.

Teknik penentuan harga:
1.         Berdasarkan waktu, contohnya: saat lebaran tiba, pakaian akan mengalami diskon.
2.        Cost-plus (tambahan), contohnya: kebijakan buy 2 get 1
3.        Start-up or penetration pricing
4.        Off the top or price skimming

Minggu, 22 Maret 2015

Resume pertemuan ke-5 kelompok 4

Resume Pertemuan Ke-5
Resume Pertemuan Kelima mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Pada Hari Selasa, 17 Maret 2015 yang dipresentasikan oleh kelompok 4 yaitu Ajeng Marsela, Nur Rizki Devi, dan Putri Andriyani dikarenakan Pak Amril Muhammad tidak dapat hadir dalam perkuliahan dengan membahas tentang Segmentasi dan Targeting Pasar

A.     Segmentasi Pasar

1.        Pengertian Segmentasi Pasar
Menurut buku Philip Kotler dan Gary Armstrong yang berjudul Marketing An introducing, Segmentasi Pasar, yaitu membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin menghendaki bauran produk atau pemasaran yang terpisah.
Menurut buku Gregorius Chandra yang berjudul Strategi Dan Program Pemasaran, Segmentasi Pasar dapat diartikan sebagi proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan perilaku dan atau respon terhadap program pemasaran spesifik.
 Menurut Buku Winardi Yang Berjudul Ilmu Dan Seni Menjual, Segmentasi Pasar adalah pengetahuan dasar yang menyatakan bahwa setiap pasar terdiri dari segmen-segmen yang dapat dipisahkan, yang terdiri dari pembeli dengan:
a. Kebutuhan-kebutuhan yang berbeda.
b. Gaya pembelian yang berbeda.
c. Reaksi yang berbeda terhadap variasi-variasi penawaran.
Menurut buku M. Mursid yang berjudul Manajemen Pemasaran, Segmentasi (Pengelompokkan) Pasar adalah pembagian daripada pasar secara keseluruhan ke dalam kelompok-kelompok untuk penyesuaian yang lebih tepat dan konkret dan suatu produk sesuai dengan keinginan, kebutuhan serta karakteristik konsumen.

2. Pola Dasar Segmentasi Pasar

3 pola dasar untuk mengelompokkan pasar yaitu:
a. Geographic Segmentation
Pengelompokkan didasarkan atas daerah di mana para penjual membedakan secara teliti, kira-kira daerah mana yang bisa memberikan keuntungan yang berbeda-beda. Contoh: adanya beda daerah sejuk dan daerah panas. Pada daerah sejuk sangat cocok dipasarkan pakaian yang tebal-tebal, sedangkan di daerah panas cocok dipasarkan pakaian yang tipis dan todak menahan panas.Pada daerah wisata dipasarkan barang atau produk yang bersifat khas di daerah yang bersangkutan, tempat-tempat penginapan, transportasi dan sebaginya.
b.Demographic Segmentation
Demographic segmentation ini dimaksudkan untuk membedakan berbagai macam kelompok atas dasar keadaan suatu masyarakat yang berubah (demographic variables) seperti misalnya pengelompokkan dalam bidang umur, jenis kelamin, dan besarnya family, pendapatan, jabatan kepala keluarga, pendidikan, siklus penghidupan keluarganya (family life cycle), pengelompokkan bidang agama, social, suku.
c. Psychographic Segmentation
Dengan psychographic segmentation ini kita mencoba membedakan berbagai macam kebutuhan pembeli atau adalah timbul sebagai hasil dan kenyataan bahwa kebutuhan pembeli lebih berbeda sepanjang life style atau personality life daripada demographic lives. berdasarkan pada variabel-variabel seperti nilai, sikap, dan gaya hidup.

3. Syarat-Syarat Segmentasi Yang Efektif
segmen-segmen pasar harus memiliki ciri-ciri berikut:
1. Dapat diukur (measurability): sejauh mana ukuran dan daya segmen dapat diukur. Variabel segmen  sulit diukur. seperti ukuran segmen remaja peminum minuman keras, terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
2. Dapat dicapai (accessibility): sejauh apa segmen-segmen tersebut dapat dicapai dan dilayani.
3. Cukup besar (substantiality): sejauh apa segmen-segmen tersebut cukup besar dan menguntungkan. Sebuah segmen seharusnya merupakan kelompok homogen sebesar mungkin yang bernilai dan dapat diikuti dengan sebuah program pemasaran yang disesuaikan. Sebagai contoh, area metropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis. Sebaliknya di kota kecil, restoran etnis tidak mungkin dapat bertahan.
4.Dapat dilayani (actiontability): sejauh apa program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.

4. Prosedur Segmentasi Pasar
Prosedur segmentasi pasar terdiri dari tiga tahap:
a. Tahap survey: periset menyelenggrakan wawancara untuk mencari penjelasan dan memusatkan perhatian pada kelompok untuk memperoleh pandangan terhadap motivasi konsumen, sikap, dan perilaku.
b. Tahap analisis periset menggunakan analisis faktor pada data untuk membuang variabel yang berkorelasi tinggi. Kemudian periset menggunakan analisis kelompok untuk menghasilkan penetapan jumlah segmen maksimum
c. Tahap pembentukan: masing-masing kelompok sekarang dibentuk dengan persyartan perbedaan sikap, perilaku, demografi, psikografi, dan kebiasaan konsumsi media mereka. Masing-masing segmen dapat diberi namaberdasarkan sifat-sifat dominan yang membedakan.

B.Targeting Pasar
1. Penetapan Pasar Sasaran
Evaluasi terhadap daya tarik segmen pasar dapat dilakukan dengan menggunakan tiga faktor utama. Pertama, ukuran dan potensi pertumbuhan segmen. Kedua, karakteristik structural segmen yang terdiri atas kompetisi, kejenuhan segmen, protektabilitas, dan risiko lingkungan. Ketiga, kesesuaian antara produk dan pasar (product-market fit).
Beberapa langkah yang harus diperhatikan bagi perusahaan untuk memasuki pasar:
1. Menetapkan pelengkap (atribut) yang dianggap penting, dan mengidentifikasi segmen pasar yang berbeda.
2. Menentukan luas dari segmen pasar.
3. Menentukan merek-merek yang ada di pasar.
4. Mencari peluang segmen-segmen pasar yang belum dilayani dan mencari kesukaan yang sama atau tidak, Mencari hubungan berbagai segmen pasar geographic, demographic dan psychographic


2. Memilih Strategi Sasaran Pemasaran
strategi sasaran pemasaran:
a. Sumber-sumber perusahaan
b. Kebersamaan produk (homogeni produk)
c. Tingkat produksi dalam daur hidup
d. Keserbasamaan pasaran (homogenitas)
e. Siasat pemasaran bersaing.

Minggu, 15 Maret 2015

Pertemuan ke-4

PERTEMUAN KE-4
Selasa, 10 Maret 2015

A.     Analisis Lingkungan Pemasaran
Marketing Environtment (Lingkungan pemasaran) adalah pelaku dan kekuatan diluar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan menjaga kesuksesan transaksi dengan target pelanggan itu.
1.      Lingkungan mikro: kekuatan terdekat dalam perusahaan yang mempengaruhi kemampuan untuk melayani pelayanan. Perusahaan itu sendiri, pemasuk, saluran distribusi, pelanggan, pesaing, dan masyarakat.
-         Pekerjaan manajemen pemasaran adalah untuk membangun hubungan dengan pelanggan dengan memberikan pelanggan value/harga dan kepuasan.
-         Bagaimana manajer pemasaran tidak dapat mengerjakan tugasnya sendiri.
-         Kesuksesan mereka bergantung pada faktor.

a)      Dalam perusahaan :
1.      Top management
2.      Finance/keuangan
3.      Riset dan development (pengembangan)
4.      Purchasing (pembelian)
5.      Manufacturing (proses produksi; jumlah, kualitas)
6.      Accounting (pembukuan pencetakan keuangan; utang, pembayaran gaji. 

Suppliers (pemasok) : menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan dari perusahaan memproduksi dan menyediakan jasa.
-         Jadi, harus disurvey dahulu, apakah barang tersebut ada atau tidak. Lalu, perusahaan harus meneliti dahulu dan di telaah segala aspeknya.
-         Input-input penting itu diawali harganya (penguasaan pada harga terkini dari pemasukan mereka). Contoh: indofood sudah punys kebun cabe sendiri karena harga cabe yang tidak stabil bisa naik/turun.
b)      Marketing Intermediaries
-         Lembaga yang membantu perusahaan untuk mempromisikan, menjualkan dan didistribusikan untuk menemukan pembeli.
-         Menjual ulang, perusahaan distribusi fisik (contoh, perusahaan kontainer,dll.), agen jasa (contoh; mau sekolah di Austrlia, sudah diurus oleh agen disini), beli barang dengan kredit/ tidak bisa cash ( financial intermediaries seperti perusahaan elektronik).
c)      Costumer (pelanggan)
-         Costumer markets: pelanggan pasar/biasa
-         Bussines markets: dijual kembali, tetapi merk tetap
-         Reseller markets: diberi merk/beli sendiri
-         Goverment markets: perusahaan atau kantor-kantor/tender
-         Internasional markets: barang-barang expor
d)      Publics
-         Financial Public
-         Media public
-         Goverment public
-         Citizen public: tuntutan masyarakat lokal untuk mendapatkan penghasilan.
-         General public
-         Internal public
2.      Lingkungan Demografis
-         Size: jumlah/berapa banyak dalam satu daerah
-         Dencity: kepadatan
-         Location: lokasi (makin jauh lokasinya, makin mahal)
-         Age: usia (harus sesuai dengan usia/ target dilingkungannya)
-         Gender: sesuai banyaknya jenis lelaki/perempuan
-         Place: tempat
-         Occoupation: pekerjaan (berkelompok dalam menjual). Contoh: penjual buah, buah semua)
-         Statistik: data-data
3.      Lingkungan Ekonomi
-         Buying power: kekuatan daya beli. Contoh: banyak discount
-         Spending patren (pola pengeluaran), contoh: anak kost minggu pertama makan enak, minggu terakhir makan berkurang menjadi mie.
4.      Lingkungan Alam
-         Keterbatasan bahan baku
-         Kenaikan biaya energi: listrik, bahan bakar
-         Kenaikan populasi
-         Campur tangan pemerintah dalam manajemen sumber daya alam.
5.      Lingkungan Teknologi
-         Tekonologi baru: dalam penyajian, ada cara baru
-         Membuat produk baru: bervariasi bentuk, rasa
-         Peluang pasar
-         Kecepatan teknologi: contoh, teknologi produk cina
-         Anggaran untuk riset dan development
-         Konsentrasi pada peningkatan: contoh, mesin compresor
-         Increast
6.      Lingkungan Politik
-         Laws: ada pembatasan hukum
-         Goverment agencies: untuk pengurusan izin
-         Presure Group: contoh, MLM, masyarakat (penempatan)
-         Legislation regulating bussines: regulasi bisnis
-         Changing Goverment: perubahan Pemerintah, contoh: perubahan jualan dipasar kramat jati berbeda sesuai ketentuan/kebijakan pemerintah
7.      Lingkungan Budaya
-         Persistence of culture value: bagaimana menjaga nilai kebudayaan
-         Shift in secondary culture values: bidaya lokal disesuaikan.
a)      People’s value of themselves: tergantung tempat/ sesuiakan dengan keadaan seperti: anak kuliahan memakai kemeja dan tas gemblok, atau anak mahasiswa FBS yang lelaki agak urakan.
b)      People’s views of others: bagaimana mereka lihat orang lain. Contoh: melihat kebanyakan orang berjilbab, sekarang dia jadi berjilbab.
c)      People’s views of society: melihat masyarakat, contoh; tinggal di komplek dengan dikampung gayanya berbeda.
d)      People’s views of nature: bagaimana ia memandang alam
e)      People’s views of universe:  bagaimana ia melihat dunia. Contoh: prinsip orang berbeda-beda mengenai dunia.